DESAIN KAPASITAS RUANG PENAMPUNG AIR HUJAN DENGAN SATUAN LUAS PENANGKAP AIR HUJAN 100 M2 DAN SUMUR RESAPAN DI JAKARTA

Robertus Haryoto Indriatmoko, Afifuddin Afifuddin

Abstract


Perubahan penggunaan lahan menjadi wilayah komersial sering dituduh sebagai penyebab utama berkurangnya zone resapan air, karena luas cover area hijau semakin berkurang. Teknologi untuk menampung air hujan dan sumur resapan buatan menjadi harapan baru untuk menampung air hujan di Jakarta. Perhitungan volume ruang untuk penyimpanan air hujan, dapat dirancang sesuai dengan periode ulang hujan. Dengan demikian dapat menambah air simpanan dan mengurangi runoff yang akan timbul. Jika daerah terbangun atau wilayah komersial menerapkan cara ini, apakah wilayah tersebut masih layak diduga sebagai area penyumbang runoff? Untuk perhitungan volume ruang tampung berdasarkan periode ulang 100 tahun, dari luas tangkapan air hujan 100 m2 dibutuhkan antara 3,3- 5 m3. Distribusi ruang tampung untuk wilayah Jakarta secara pemetaan sesuai peta periode ulang hujan 100 tahun dapat dilihat pada peta terlampir.

 

Kata kunci: Imbuhan buatan, Area Tambahan, Air Tanah

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.29122/jai.v12i2.4361

Refbacks

  • There are currently no refbacks.